krisis-listrik

Krisis listrik yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia betul-betul membuat kami kelabakan untuk mempertahankan persentase up-time hingga 95% setiap bulan dengan jadwal pemadaman cuma Tuhan dan petugas PLN yang tahu, hingga sulit memberikan notifikasi untuk para pelanggan.

Akhir bulan November 2009 sumber daya listrik cadangan sudah bisa dioperasikan, selain UPS yang hanya mampu mensuplai listrik di 3 BTS selama 2 jam. Tim teknis kami sementara merakit inverter dan charger dengan aki mobil 50VA untuk mensuplai listrik selama 5-6 jam saat PLN padam dan membuat dua topologi server yang secara otomatis beralih dari kebutuhan daya normal ke daya minimal pada saat listrik padam, telah diuji coba dengan konfigurasi server daya minimal yang mengandalkan mikrotik box –tanpa 2 CentOS dan 2 Ubuntu– sebagai server hanya menurunkan kualitas koneksi sekitar 5%-10%, dan rencana penambahan satu set perangkat VSAT lagi di BTS Tondo.

Perbaikan lainnya yang sementara kami lakukan adalah kustomisasi halaman notifikasi sesuai dengan penyebab pelanggan tidak dapat on-line, memudahkan pelanggan dan layanan teknis untuk segera mengenali dan mengatasi masalah anda.

Untuk sementara metode pembayaran pasca-bayar untuk pelanggan wireless internet rumahan kami tiadakan, kami alihkan menjadi pra-bayar dengan sistem voucher. Sistem pra-bayar ini lebih ekonomis di sisi pelanggan utamanya saat mati lampu, karena anda hanya membayar koneksi yang anda pakai. Sementara kami generate dan konversi, diharapkan pada bulan Desember sudah beralih total ke pra-bayar dengan voucher bulanan dan mingguan.